randusongo.ngawikab.id – Dalam kegiatan penginputan data Indeks Desa Membangun (IDM) itu, seharusnya dilakukan, setelah dilakukan pemutakhiran data SDGs Desa.

Tapi, demi mempercepat proses validasi, yang kian hari kian sempit saja dari deadline jadwal yang ditetapkan, yaitu: 31 Mei 2021. Maka bisa jadi, IDM akan diinput lebih dulu, ketimbang harus menunggu hasil pemutakhiran data Desa.

Begitu fakta prediksi dilapangan, yang menurut saya akan bakal terjadi.

Antara menginput IDM dan menginput data pemutakhiran SDGs Desa itu jelas berbeda. Namun disini, saya tidak akan menjelaskan perbedaan keduannya secara detail.

Yang pasti, selain untuk menentukan status Desa. Hasil validasi peginputan IDM Tahun 2021 itu, dipergunakan sebagai bahan acuan bagi Kementerian Keuangan dalam menentukan besaran Dana Desa Tahun 2022.

Sedangkan, untuk hasil penginputan pemutakhiran data SDGs Desa sendiri, selain dipergunakan oleh Kementerian Desa sebagai database untuk menentukan arah kebijakan. Hasil input pemutakhiran data SDGs Desa juga, dapat dipergunakan oleh Desa dalam menentukan arah perencanaan pembangunan yang termuat dalam RKP Desa dan APB Desa yang lebih tepat sasaran lagi.

Untuk lebih jelasnya klik panduan di bawah ini :

Share and Enjoy !

Shares