RANDUSONGO.NGAWIKAB. ID – Sebagai warga Nahdlatul Ulama (NU), tahlilan merupakan salah satu tradisi turun temurun yang diajarkan oleh para kyai pada zaman dahulu. Hingga saat ini, kegiatan tahlil dan pembacaan yasin terus dilestarikan oleh masyarakat Dusun Pencol II, Desa Randusongo, Kecamatan Gerih, Kabupaten Ngawi.

Masyarakat Desa Randusongo pada umumnya, biasanya melaksanakan kegiatan tahlil ini setiap malam jum’at. Rutin dilaksanakan dengan berkeliling dari rumah ke rumah. Dalam satu kali putaran, setiap rumah biasa mendapat jatah satu kali sebagai tuan rumah.

Kegiatan tahlil ini diawali dengan pembacaan yasin dengan dipimpin oleh seorang kyai, kemudian dilanjutkan dengan pembacaan tahlil.

Meskipun sebagian ulama mengatakan bahwa tahlil itu sebuah bid’ah (perbuatan yang tidak pernah di lakukan Rasulullah SAW) namun masyarakat Desa Randusongo pada umumnya, meyakini bahwa tahlil merupakan sebuah amalan yang akan mendatangkan keberkahan. Selain sebagai bentuk rasa syukur, adanya tahlil rutin ini juga bisa menambah tali silaturahmi antar sesama warga. Sangat jarang warga dapat berkumpul dan saling bertatap muka seperti kegiatan tahlilan ini, mengingat kesibukan masing-masing warga.

Tidak hanya malam jum’at, kegiatan tahlil ini juga dilaksanakan ketika ada salah satu warga yang meninggal, orang hajatan, tasyakuran.
Diharapkan dengan adanya tahlilan ini dapat menambah ketaqwaan dan keimanan kepada Allah SWT.

Share and Enjoy !

Shares